Menjelang tahun 2013 meniatkan diri mengikuti challenge selain challenge reading seperti biasa di Goodreads. Info lengkap tentang FYE ini ada di sini.
Sebenarnya ada beberapa alasan, sih:
1. Supaya bookshelf-ku di GR tidak hanya berisi romance (dgn segala jenisnya).
2. Memotivasi diri lebih rajin dan teratur mengisi blog, apalagi setelah kemarin dapat surat verifikasi akun adsens dari Google.
3. Banyak sekali buku anak yang sudah kubaca tapi malah tak pernah bikin review. Bahkan pernah bikin blog khusus buku anak tetapi tak pernah diisi *sungguh terlalu*
Semoga Challenge kali ini bisa aku ikuti sampai selesai! Semangaattt!
FYE dibagi dalam 5 tahap. Ini adalah daftar sementara buku yang akan kubaca. Bisa berubah sesuai mood, kesediaan buku, dan lain-lain. :)
Oya, sebenarnya setiap FMs bisa memilih tema sesuai selera kita, jadi tak harus membaca semua tema itu. Tapi karena baru semangat-semangatnya ikut, dengan berani-beraninya aku menargetkan membaca seluruh tema meskipun masing-masing 1 (satu) buku saja :).
Januari-Februari (Tahap Pertama atau FMs1):
1. Classic: The Little Prince/Railway Children
2. Bildungsroman: Cathcer in the Rye--JD Salinger
3. Award's Winner (belum nemu)
4. Special Event : Februari : Read-Along Laura Ingalls Wilder’s Books (masih nyari)
Maret-April (Tahap Kedua atau FMs2):
1. Short Stories: ?
2. Fairy Tales: Snegurochka/ The Snow Maiden (kalau ada terjemahannya)/Rapunzel/Sinbad
3. Special Event : Maret : Read-Along Enid Blyton’s Books
Mei-Agustus (Tahap Ketiga atau FMs3):
1. Series: Serial Mallory Towers (salah satu saja)
2. Trilogy:
3. Fantasy: Rembulan Ungu -- Joko Lelono
4. Adventure:
5. Special Event : Juli : Memperingati Hari Anak Nasional (tentative)
September-Oktober (Tahap Keempat atau FMs4):
1. Mysteri: Hunger Games
2. Classic: To Kill a Mocking Bird
3. Bildungsroman: Jane Eyre
4. Special Event : Roald Dahl’s Birthday Giveaway
November-Desember (Tahap Kelima atau FMs5):
1. Realistic Fiction: Jules Verne's (belum tahu bukunya)
2. Award's Winner:
3. Special Event : November : Read-Along Jacqueline Wilson’s Books
Sebenarnya cukup banyak buku anak yang sudah aku baca yang masuk kategori FYE ini. Tapi karena ingin menambah bacaanku, jadi aku pilih membaca yang lain.Semangaaat!
Thursday, 29 November 2012
Sunday, 28 October 2012
Khatulistiwa Literary Award 2012
10 Besar Khatulistiwa Literary Award 2012
(dalam urutan menurut nama pertama)
FIKSI
1. Ayu Utami, Cerita Cinta Enrico. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (Februari 2012)
2. Gitanyali, 65. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (Mei 2012)
3. Iwan Setyawan, Ibuk,. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Juni 2012)
4. Krishna Pabichara, Gadis Pakarena. Jakarta: Dolphin (2012)
5. Linda Christanty, Seekor Anjing Mati di Bala Murghab. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Juni 2012)
6. Ni Komang Ariani, Bukan Permaisuri: Kumpulan Cerpen (Juni 2012)
7. Okky Madasari, Maryam. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Februari 2012)
8. Putu Fajar Arcana, Gandamayu. Jakarta: Kompas (Januari 2012)
9. Ratih Kumala, Gadis Kretek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Februari 2012)
10. Tere Liye, Negeri Para Bedebah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Juli 2012)
1. Aspar Paturusi, Secangkir Harapan. Jakarta: Kosa Kata Kita
2. Badruddin Emce, Diksi Para Pendendam. Yogyakarta: Akar Indonesia
3. Eka Budianta, Langit Pilihan. Jakarta: Kosa Kata Kita
4. Epri Tsaqib, Mata Ruang. Jakarta: Geraibuku.com (2011)
5. Hana Fransisca, Benih Kayu Dewa Dapur. Depok: Komodo Books
6. Hasan Aspahani, Mahna Hauri (A Fairy’s Veil). Depok: Koekoesan
7. Lan Fang, Ghirah Gatha. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (2011)
8. Rama Prabu, Namaskara. Bandung: Dewantara Institute
9. Sapardi Djoko Damono, Namaku Sitta. Jakarta: Editum
10. Zeffry Alkatiri, Post Kolonial & Wisata Sejarah Dalam Sajak. Jakarta: Padasan
(dalam urutan menurut nama pertama)
FIKSI
1. Ayu Utami, Cerita Cinta Enrico. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (Februari 2012)
2. Gitanyali, 65. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (Mei 2012)
3. Iwan Setyawan, Ibuk,. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Juni 2012)
4. Krishna Pabichara, Gadis Pakarena. Jakarta: Dolphin (2012)
5. Linda Christanty, Seekor Anjing Mati di Bala Murghab. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Juni 2012)
6. Ni Komang Ariani, Bukan Permaisuri: Kumpulan Cerpen (Juni 2012)
7. Okky Madasari, Maryam. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Februari 2012)
8. Putu Fajar Arcana, Gandamayu. Jakarta: Kompas (Januari 2012)
9. Ratih Kumala, Gadis Kretek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Februari 2012)
10. Tere Liye, Negeri Para Bedebah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (Juli 2012)
PUISI
2. Badruddin Emce, Diksi Para Pendendam. Yogyakarta: Akar Indonesia
3. Eka Budianta, Langit Pilihan. Jakarta: Kosa Kata Kita
4. Epri Tsaqib, Mata Ruang. Jakarta: Geraibuku.com (2011)
5. Hana Fransisca, Benih Kayu Dewa Dapur. Depok: Komodo Books
6. Hasan Aspahani, Mahna Hauri (A Fairy’s Veil). Depok: Koekoesan
7. Lan Fang, Ghirah Gatha. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (2011)
8. Rama Prabu, Namaskara. Bandung: Dewantara Institute
9. Sapardi Djoko Damono, Namaku Sitta. Jakarta: Editum
10. Zeffry Alkatiri, Post Kolonial & Wisata Sejarah Dalam Sajak. Jakarta: Padasan
Thursday, 20 September 2012
10 NOVEL TERBAIK ABAD 21 VERSI TIME
Ini adalah sepuluh novel terbaik abad 21 versi TIME. Beberapa di antaranya pernah difilmkan. Dari sekilas reviewnya sepertinya genre romance kesukaanku akhir-akhir ini tidak masuk katagori :)
Sejak hari ini, perburuanku pun dimulai.
![]() |
| sumber foto: http://hbowatch.com/production-to-begin-on-hbos-american-gods/ |
Novel garapan penulis Inggris keturunan Jepang ini diceritakan dari sudut pandang Kathy, seorang gadis yang menghabiskan pendidikannya di sebuah asrama ekslusif di Inggris. Sebuah asrama yang ternyata berisi manusia yang dipersiapkan untuk menjadi donor bagi orang-orang yang sakit di luar sana. Kathy menceritakan kembali kisah hidupnya yang mengharukan termasuk kisahnya bersama kedua sahabatnya, Ruth dan Tommy
2. Jonathan Strange and Mr. Norrell (2004)
Mahakarya Susanna Clarke ini dibuka dengan kisah seorang lelaki Inggris yang sedang mengobrol dengan turis di Venesia, Italia di sekitar abad 19. Mimpi lelaki yang ternyata seorang penyihir itu dijalin dalam sebuah novel dengan kisah yang luar biasa tentang dua orang penyihir yang tersisa di Inggris.
3. The Corrections (2001)
The Corrections karya Jonathan Franzen bercerita tentang sebuah keluarga, The Lambert, yang memiliki konflik tersendiri. Kisah berkutat di lima orang anggota keluarga, Enid ibu tiga anak bersama Alfred suaminya yang menderita penyakit Parkinson. Ketiga anak mereka, Chip, Denise, dan Gray sudah dewasa dan hidup terpisah. Sang ibu, berusaha untuk menyatukan kembali keluarga mereka yang ‘sakit’ walaupun itu untuk yang terakhir kalinya.
4. The Brief Wondrous Life of Oscar Wao (2007)
Novel karya Junot Diaz ini disebut-sebut sebagai nover terbaik Diaz dalam sepuluh tahun terakhir. Novel ini bercerita tentang Oscar Wao — yang merupakan transliterasi bahasa Dominika untuk Oscar Wilde— seorang penulis sains fiksi bertubuh besar yang memiliki obsesi untuk menjadi penulis ternama The Lord of The Rings, J.R.R. Tolkien, dalam versi Republik Dominika
5. The Known World (2003)
Dapatkah seorang lelaki kulit hitam yang dulunya adalah seorang budak, kini justru menjadi seorang pemilik budak? Novel epik garapan Edward P. Jones ini diawali dengan jawaban dari pertanyaan tersebut. Tokoh utama novel ini adalah Henry Townsend, pemilik budak kulit hitam di Virginia pada tahun 1855. Jones mengeksplor hidup Henry dari berbagai sisi dan menceritakannya dalam novelnya.
6. Atonement (2002)
Novel karya Ian McEwan ini bercerita tentang sebuah kesalahpahaman yang membawa seorang tak bersalah harus menghabiskan hidupnya sebagai seorang kriminal. Sayangnya, ketika kesalahpahaman itu terbongkar, semuanya sudah terlalu terlambat.
7. Harry Potter and the Order of the Phoenix (2003)
Novel ke-5 seri Harry Potter karya J.K. Rowling ini sering disebut sebagai novel Harry Potter terbaik. Di tahun kelimanya ini, pembaca disuguhi dengan perubahan emosi Harry yang semakin dewasa ketika satu-satunya keluarga yang dimilikinya harus diambil kembali dari dirinya.
8. Lush Life (2008)
Lush Life karya Richard Price sering disebut sebagai novel kriminal yang terlalu melebihi genrenya. Padahal, Lush Life hanya melakukan observasi sosial yang membuat novel ini lebih dari sekadar novel kriminal biasa.
9. Then We Came to the End (2007)
Novel karya Joshua Ferris ini layak untuk dibaca siapa saja yang pernah bekerja di sebuah kantor tapi membenci segala hal dan semua orang yang ada di sana. Ferris memberikan sentuhan yang mengharukan tapi tak melupakan unsur komedi yang menggambarkan tentang tempat kerja di Amerika Serikat secara gamblang.
10. American Gods (2001)
Amerika mungkin tidak dikenal sebagai negara yang subur dengan nilai-nilai ketuhanan, tapi bukan berarti hal itu tidak ada di negeri Paman Sam ini. American Gods bercerita tentang Shadow, seorang lelaki yang baru keluar dari penjara tapi harus menerima kenyataan menyedihkan bahwa istrinya meninggal dalam kecelakaan mobil bersama sahabatnya, yang membawanya berkenalan dengan seorang pria misterius bernama Mr. Wednesday. Siapakah dia? Mungkinkah dia adalah dewa Amerika yang sesungguhnya?
sumber: MizanMag
[Tika/Mizan.com, Dari: TIME]
Subscribe to:
Posts (Atom)

