Monday, 12 October 2015

Mobil, Bokap, Gue

aku, buku, dan kopi
cover
Judul: Mobil, Bokap. Gue
Penulis: Halluna Lina
Penerbit: PlotPoint
ISBN: 978-602-9481-69-3
Terbit: Juli 2014
Tebal: 335 hal.
Harga: 59.000,-
                                 Perjuangan Dinar Menyetir Mobil dan Hidupnya

Dalam hidup, manusia melewati tahapan demi tahapan. Remaja adalah tahapan yang sering mendapat perhatian ekstrabanyak. Mereka telah berkembang cara berpikirnya, tak lagi menelan mentah-mentah omongan orang tua. Mereka mulai kritis dan lebih percaya pada teman-teman sebaya karena dianggap lebih bisa memahami emosi mereka.

Karena kebutuhan inilah maka tercipta peer group, sekumpulan remaja sebaya yang memiliki hubungan erat dan saling tergantung. Dalam peer group, mereka berusaha menemukan identitas dirinya dan teman menjadi tolok ukur dalam  menilai siapa dan bagaimana dirinya.
Peer group memang diperlukan bagi remaja untuk aktualisasi diri dan menambah wawasan. Namun, dalam kelompok ini kadang muncul dua hal: peer pressure negative dan peer pressure positive. Remaja yang cenderung labil ditambah hubungan yang tidak baik dengan orang tuanya, biasanya terjebak pada kelompok yang memberi pengaruh negatif pada dirinya.

Dinar, dalam novel ini adalah representasi dari remaja tersebut. Hubungan dengan ayahnya yang bak kucing dan anjing, membuat Dinar mencari kenyamanan melalui Geng Cantik, geng paling popular di SMA-nya, yang dipimpin Bianca. Demi lolos dari trial member, Dinar rela melakukan apa saja. Dinar merasa dirinya gadis yang terlalu biasa, sehingga dia harus melakukan sesuatu yang membuat Geng Cantik respect padanya.
Ada peer pressure negative yang mengubah Dinar yang baik dan penuh semangat juga apa adanya menjadi Dinar yang melakukan sesuatu demi pujian orang lain, demi menyenangkan Bianca dan Geng Cantik juga Bram. Bahkan Dinar tak bisa menentukan masa depan yang akan dipilihnya.

“Gue belum kepikiran mau jadi apa. Kira-kira kerja apa ya, yang menurut orang keren?” (h. 139)

“Sayang banget tahu nggak? Gue kagum sama lo. Lo itu pekerja keras, tapi lo nggak punya tujuan, kalaupun ada tujuannya juga salah. Kalau usaha keras cuma demi orang lain, itu bakalan sia-sia aja. Hidup kan nggak selalu buat nyenangin orang lain terus-terusan.” 
Ini teguran Riko, cowok sekelas Dinar yang suka nyolot, nyindir, dan sok tahu tapi jago otomatif dan menolong Dinar agar bisa menyetir dengan cepat. (h. 167).

Demi menyenangkan Bianca dan teman-temannya, Dinar berani mencuri soal ulangan dari meja gurunya, dan mengaku jago menyetir. Dinar berhasil mendapat pujian sebagai gadis superb, cool, dan keren. Bahkan, dia berhasil menarik perhatian Bram, cowok tajir dan ganteng, juga pembalap.

Konsekuensi dari kebohongannya, Dinar semakin jauh dari Ayah sekaligus harus menutupi kebohongan dari depan Geng Cantik. Demi menjaga rahasia tentang dirinya yang sebenarnya tak bisa nyetir sama sekali, Dinar melakukan tindakan nekat hingga membahayakan dirinya sendiri dan membuat ayahnya makin marah. Tapi, Dinar tak kapok. Dia tetap rela meminta pada Ayah agar mengajarinya menyetir. Dinar yang suka ngeyel dan tak disiplin harus kuat menghadapi omelan demi omelan dari ayahnya yang galak, disiplin, dan superior. Semua demi Geng Cantik, demi pengakuan akan eksistensinya.

“Pokoknya Ayah gue itu beda. Hobi ngomel dan senang banget bikin gue gugup.” Perkataan Dinar pada Riko. (h. 138).

Tapi, dari sinilah, Dinar mulai memahami bagaimana Ayah yang sebenarnya, ketika diam-diam mendengar percakapan antara Ayah dan Ibu. “Ayah, tuh, khawatir, Bu, sama Dinar. Dinar bisa nggak ya, jadi orang sukses?” (h. 210)

Perasaan Dinar mulai terbelah. Apakah menuruti semua permintaan Geng Cantik dengan segala risikonya atau menjadi dirinya sendiri, tapi siap didepak dari Geng Cantik?
Sindiran-sindiran Riko selama ini yang membuat Dinar sebal dan keki tanpa sadar ikut memberi andil pada keputusan Dinar. Bahkan dengan jujur, Dinar mengakui di depan kelas, saat Pak Agus menyuruh semua murid menulis cita-cita mereka dan membacakan di depan kelas, kalau dia bingung mau jadi apa. Menurutnya semua profesi itu susah. Jadi presiden itu repot, jadi dokter hewan dia alergi kucing, jadi dokter bedah malah akan ninggalin gunting di tubuh pasien.
Tapi, ada kalimat yang dibaca Dinar di depan kelas yang tak hanya membuat terharu tapi juga membuat teman-temannya kagum akan kejujuran Dinar.

“Sekarang saya cuma kepengin bilang, saya memang belum tahu saya mau jadi apa. Namun, saya sudah tahu saya tidak ingin jadi orang seperti apa. Saya tidak mau jadi ‘orang-orangan’. Orang palsu. Orang yang bukan diri sendiri.” (h. 302)

Semua perubahan tentu saja membawa risiko. Jadi, Dinar harus kuat menghadapi ulah Bianca dan teman-temannya setelah itu.

Halluna Lina menyajikan novel dengan bahasa yang mengalir, ringan, dan nyaman diikuti sampai akhir. Banyak hal bisa dipetik dari setiap kejadian yang dialami Dinar. Bukan hanya tentang sikap Dinar dan Geng Cantik, tapi juga hubungan antara ayah-anak, dan bagaimana menjadi diri sendiri dan menghargai apa yang ada pada diri kita.
Cover dan judulnya unik, menjadi daya pikat tersendiri bagi pembaca. Selamat menikmati kisah cinta seorang ayah, cinta seorang anak, dan tentang cinta pertama.

Thursday, 2 July 2015

Header Baru

Ecie ... headernya berubah! Akhirnya saya dapat header baru sesuai konsep yang saya inginkan. Gratis pula.
Sudah lama dan berkali-kali  saya gonta ganti header tapi nggak ada yang benar-benar sreg.  Sering pula komposisinya tidak pas. Maklum gratisan. Beberapa waktu lalu, setelah baca masukan dari temen-temen yang ikut GA  tentang tampilan blog ini, niat saya makin kuat untuk mencari template berbayar.
Tiba-tiba ada teman saya, si Eki, yang baik hati, pemilik web Fardelyn Hacky, malah nawarin mau bikinin header. Saya pun memberi konsep padanya. Pokoknya sesuai judulnya ada gadis, kopi, dan buku. Eh, baru beberapa hari Eki sudah kirim hasil karyanya.
Bahagia ... akhirnya punya blog dengan sentuhan personal. Puas? Belum. Background masih kurang sreg. Sedikit demi sedikit saya akan berusaha memperbaiki blog ini. Bukan hanya dari tampilannya, tapi juga isinya. Semoga lebih banyak memberi manfaat buat pembaca.

Terima kasih, ya Eki, untuk header manisnya. Gratis pula.

Wednesday, 15 April 2015

THE WINNER of Spring of Love Giveaway

Heyyaa ... akhirnya saat yang paling ditunggu tiba. Pengumuman pemenang "SPRING OF LOVE GIVEAWAY"!

Awalnya agak ragu ada yang tertarik dengan GA yang baru pertama saya adakan ini. Ternyata ada lebih 20 yang ikut. Terima kasih terima kasih. Meskipun tak sebanyak peminat blog teman-teman yang lain, sih.
Nah, menentukan siapa pemenangnya cukup bikin galau. Apalagi pemenangnya hanya satu. Setelah membaca semua komentar, saya harus memilih komentar siapa saja yang sesuai persyaratan. Ada yang tidak mengucapkan selamat ultah untuk BBI, ada yang tidak menjawab salah satu pertanyaan saya. Dari komentar yang sesuai itu akhirnya saya undi. Supaya lebih adil, saya minta anak saya untuk mengambil secara acak satu nama. Dan yang dia ambil adalah nama ... jreng ... jreng .....


Selamat buat ABDURAAFI ANDRIAN!
Kamu mendapatkan Gloomy Gift bertanda tangan dan 3 novel lainnya. 
Saya tunggu konfirmasi kamu dalam waktu 2x24 jam sejak sekarang.

Sekali lagi terima kasih kepada teman-teman yang sudah berpartisipasi untuk meramaikan Giveaway saya yang pertama ini. Semoga saya bisa mengadakan GA berikutnya. 


Tuesday, 14 April 2015

Survivor in Death, J.D. Robb

Judul: Survivor in Death (Penyintas dalam Kematian) #seri 20
Penulis: J.D. Robb
Penerbit: Gramedia 
Penerjemah: Shandy Tan
Terbit: 2014
ISBN: 978-602-03-0915-6
582 hal.
Survivor in Death adalah buku J.D. Robb pertama yang saya baca. Awalnya ragu untuk mengambil buku ini dalam rangka posting bareng subgenre romantic suspense, kaena mengira ini subgenre pararom.. 
Buku ini adalah salah satu serial In Death, dan ini seri ke-20. Kemarin waktu di GM, ada beberapa pilihan buku seri ini. Karena belum pernah membaca seri ini, jadi saya mengandalkan blurbnya. Dan saya tertarik karena seri ini melibatkan anak kecil.
Setting waktu dalam novel ini adalah tahun 2050-an, dengan gambaran teknologi yang  sangat canggih. Misal komputer dengan sensor suara, mobil yang dapat terbang, manusia-manusia hologram, dan sistem komunikasi yang sangat efisien.

Tokoh utama dalam seri In Death adalah Letnan Eve Dalas (yang cantik, dingin, dan jiwa polisinya sangat tajam, sekaligus mengalami trauma) dan Roarke (yang sangat tampan, sangat cerdas, sangat kaya, sangat cinta pada sang Letnan, berambut panjang dan suka dikuncir #bikinklepek-klepek)
Survivor diterjemahkan dengan kata "penyintas". Karena penasaran dengan kata "penyintas" yang belum familiar, saya pun googling. Menurut artikata, penyintas adalah bertahan terus menerus. Wah, nambah kosakata baru nih.
 Oke, mari kita bahas kisah Letnan Eve Dallas kali ini.

Tidak ada perselingkuhan. Tidak ada catatan kriminal. Tidak ada DNA yang tertinggal. Tidak ada petunjuk apa pun. Kasus pembunuhan sadis keluarga Swisher akan merupakan pembunuhan sempurna... seandainya tidak ada gadis kecil yang bersembunyi dalam dapur gelap dan menyaksikan semuanya.

Letnan Eve Dallas tahu sang saksi tunggal, Nixie Swisher, belum luput dari bahaya karena cepat atau lambat pelaku akan menyadari kesalahan fatal tersebut. Dallas tahu dirinya harus menyelesaikan kasus ini sampai tuntas. Bukan hanya untuk Nixie. Bukan hanya untuk keadilan. Tapi juga untuk ketenangan batinnya sendiri yang terguncang oleh kenangan kelam dan ketakutan masa lalu seiring berlangsungnya penyelidikan tragedi ini.
Kisah dibuka oleh Nixie Swisher yang mengidam orange fizzy. Karena kesukaannya pada minuman ini, hingga Nixie mengenda-endap ke dapur di tengah malam. Saat itulah, Nixie melihat bayangan hitam yang menyebabkannya kehilangan semua orang yang ia sayangi, termasuk sahabatnya, Linnie, yang saat itu menginap di rumahnya.

Ketika Eve datang ke TKP, Nixie masih bersembunyi di dalam kamar mandi dengan tubuh gemetar hebat. Insting Eve mengatakan bahwa Nixie masih dalam bahaya. Karena itu, Eve menyembunyikannya di kastil Roarke (yang juga jadi tempat tinggal Eve) yang sangat terjamin keamanannya.
Eve tahu dia berhadapan dengan penjahat yang sangat kejam dan profesional. Maka dia mengerahkan semua anak buahnya untuk menelusuri motif pembunuhan tersebut. dalam masa penyelidikan itu, seorang petugas sosial meninggal, dan dua polisi anak buah Eve dihabisi. Eve makin murka. Di sinilah peran Roarke sangat dibutuhkan. Roarke bukan polisi, tapi sepertinya Eve diberi izin oleh atasannya untuk meminta bantuan Roarke, karena Roarke yang mantan pembunuh bayaran itu tahu seluk beluk kejahatan dan orang-orangnya.
Di rumah Roarke yang megah akan kita ketahui berbagai teknologi canggih. Tak hanya komputer, tapi tempat hiburan, dan ruang olahraga yang bisa memunculkan lawan main dalam bentuk manusia hologram hingga setting yang berubah-ubah dari dojo hingga tepi pantai yang indah. Untuk hal ini saya tak bisa membayangkan bagaimana caranya.
Tahap-tahap penyelidikan para polisi sangat menarik diikuti. Bagaiman mereka menghubungkan orang-orang dengan kasus yang terjadi dirangkai dengan asyik. Saya ikut menebak-nebak motif apa yang dimiliki si pembunuh. 
Dengan dialog-dialog yang mengalir, kadang lucu, kadang menyentuh pantaslah kalau banyak pembaca yang jadi fans seri In Death. Saya pun ketagihan ingin membaca urut dari seri pertama.
Letnan Eve Dallas digambarkan sebagai polisi yang sangat berdedikasi dan cerdas. Dia akan mengejar musuhnya seperti singa. Karena masa lalunya yang buruk, Eve menjadi dingin dan takut berhadapan dengan anak kecil, seperti Nixie. 
Nixie Swisher digambarkan sebagai anak kecil berumur 10 tahun yang cantik, pemberani, kuat, dan cerdas. Nixie, karena didikan yang baik, menjelma menjadi gadis kecil yang penuh kasih sayang dan dewasa.
Sedangkan Roarke adalah sosok suami idaman, baik secara fisik maupun kepribadian. Perhatiannya pada Eve benar-benar membuat hati berdesir.
 
Sejujurnya saya bingung apa lagi yang harus saya tulis untuk review ini. Pokoknya, saya tak rugi membeli buku ini, meski harganya lumayan.
Salah satu adegan menegangkan tapi saya tertawa dan sangat berkesan adalah ketika Eve memancing tersangka di jalan raya. Eve memerintahkan Trueheart untuk turun dari mobil dan membeli minuman.  Eve ingin meyakinkan bahwa mobil van di belakangnya memang membuntuti. Setelah Trueheart masuk mobil, Eve bermanuver untuk mengikuti mobil van itu. Mereka akhirnya berkejaran di jalan dan udara. Meliuk-liuk hingga mengacaukan lalu lintas. Tersangka sempat menembakkan senjata ke mobil Eve. Sayangnya, Eve kehilangan jejak. Dalam kondisi marah, jantung Eve berhenti berdetak ketika melihat baju Trueheart dipenuhi cairan merah. Eve mengira Trueheart terkena tembakan, ternyata fanta yang dibelinya tumpah ketika Eve bermanuver.

Adegan-adegan menegangkan, lucu, romantis, dibumbui dialog-dialog kasar Eve dan polisi lainnya bertebaran di buku ini.Dan itu bikin nagih.
Begitu saja deh reviewnya.  Meskipun di bab awal cukup mengerikan dan saya tak berani membacanya saat sendirian, tapi akhirnya saya menuntaskan baca dengan puas.

ULTAH BBI ke-4

Selamat Ulang Tahun BBI yang ke-4!
 Selamat ulang tahun Bebi. Semoga makin banyak orang yang cinta membaca buku. Meski baru 4 tahun, tapi ternyata membermu sudah mencapai 200-an. Dan tentu kita berharap akan terus bertambah. Sayangnya, selama 4 tahun ini, tak banyak event yang saya ikut terlibat di dalamnya. Review buku saya pun hanya beberapa. Tapi, bukan berarti Bebi tak memberikan arti bagi hidup ini. Bahkan banyak hal yang membuat saya berubah karena Bebi.
  
Apa Perubahan yang Terjadi pada Diri Ini?

Pertama, Bebi telah menampar saya dalam masalah editing melalui blog salah satu membernya (sakitnya tuh di sini). Dari postingan itu, saya tahu ternyata editing itu sama penting dengan unsur buku lainnya. Hasil editan saya yang dicacah-cacah membuat saya berjanji untuk bekerja lebih baik lagi.

Kedua, Bebi membuat saya tahu cara menulis novel. Jadi, karena seringnya saya membaca review teman-teman, ternyata menjadi modal saya menulis yang baik. Saya jadi tahu apa yang harus dihindari penulis, buku-buku apa yang bisa saya jadikan referensi. Meskipun baru 3 biji buku solo yang saya tulis, tapi semua tak lepas dari jasa bebi.

Ketiga, punya banyak teman, yang baik hati pinjemin buku dan memberi tahu di mana obral buku sedang berlangsung.

Keempat, mungkin ini salah satu efek yang kurang baik, karena Bebi membuat rumah penuh timbunan buku #salahkanBebisaja #plak

Kelima, saya jadi tahu berbagai genre buku, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan buku. Sebelumnya saya hanya pembaca polos. Membaca ya membaca saja. Tak memperhatikan apapun selain isinya. Bahkan saya sering melupakan penulisnya. Bebi mengajarkan saya untuk detail, hingga memperhatikan ISBN.

Jadi, begitulah perubahan yang terjadi selama 4 tahun ini, Beb. Pokoknya doa terbaik untuk Bebi di tahun ke-4 ini.
member BBI Solo

Monday, 13 April 2015

Around the Genres: 101 Subgenre Romance-Romantic Suspense


Di postingan sebelumnya saya sudah membahas sedikit tentang definisi romance fiction. Yang jelas romance fiction is smart, fresh, and diverse (seperti kata myRWA). Genre ini memiliki dua elemen paling mendasar yaitu:  fokus pada kisah cinta dan kepuasan emosi dan optimistic ending.

Romance Fiction, memiliki banyak sekali subgenre.
-Adventure Romance
-Paranormal Romance
-Historical Romance
-Western Romance
-Erotic Romance
-Contemporary Romance
-Chic-lit
-Fantasy Roamnce
-Romantic Suspense
-dll.
Bisa lihat di sini.

Kali ini saya akan membahas subgenre ROMANTIC SUSPENSE yang jadi favorit saya setelah historical romance. Di goodreads, ada perdebatan tentang genre suspense ini. Apa bedanya dengan thriller, criime, dan mystery? Saya jadi bingung juga akhirnya.
Menurut writersdigest, Romantic Suspense: a novel in which an admirable heroine is pitted against some evil force (but in which the romantic aspect still maintains priority).
Setuju deh dengan definisinya, karena buku-buku yang saya baca selama ini --dan itu masih sedikit--sesuai dengan apa yang didefiniskan writersdigest tersebut.
Sampai saat ini saya baru baca buku-bukunya Linda Howard (lagi?), Nora Roberts, dan satu buku JD Robb. Kalau mau tahu lebih banyak buku-buku jenis ini bisa lihat di goodreads.


Mengapa saya suka Romantic Suspence?
Mungkin karena sejak kecil saya suka buku-buku detektif karangan Enyd Blyton, Alfred Hitchcock, Agatha Christie, lalu mengenal Sydney Sheldon dan John Grisam. Kemudian ketika menemukan tulisan Linda Howard, akhirnya ketagihan dengan subgenre ini. Bertepatan saat itu saya lagi jatuh cinta sama novel-novel genre romance. Beruntung pula cover-cover novel ini tidak mengundang pelototan karena tidak menampilkan otot pria dan perut penggilesan bajunya atau pose 'hawt' pria dan wanita.
Tokoh-tokoh dalam sugbenre ini biasanya polisi, agen CIA dan mantannya, detektif. Intrik-intrik kejahatan yang melibatkan CIA sangat asyik untuk diikuti. Kalau pernah membaca buku MOSSAD, semua intriknya mirip.


Efek buruk (atau malah bagus?), saya jadi tidak gampang percaya dengan berita di media tentang kasus-kasus kejahatan  yang terjadi di tingkat atas. Karena tidak menutup kemungkinan banyak rekayasa yang dilakukan untuk kepentingan politis.
Meskipun buku-buku fiksi itu adalah imajinasi, tapi bagaimanapun, sebuah karya (dalam hal ini tulisan) itu adalah cermin masyarakatnya.

Untuk subgenre ini, biasanya akan terjadi hubungan romantis selama mengusut kasus. Beberapa buku menceritakan kisah cinta antara polisi (agen, detektif) dengan tokoh yang diselamatkan. Beberapa lagi mengisahkan tentang korban sandera yang jatuh cinta pada penyanderanya. Dalam psikologi lebih dikenal istilah Sindrom Stockholm. 

Baca juga postingan teman-teman tentang subgenre romance lainnya:.

Wednesday, 1 April 2015

Spring of Love Giveaway


Wowowo ... ini pertama kalinya saya mengadakan giveaway. Selama ini lebih sering jadi pemburu buntelan. Jadi, mumpung ada event untuk meramaikan ultah BBI ke-4, saya semangat untuk ikut bagi-bagi, dong. Ini sebagai bukti loyalitas saya pada BBI yang telah berjasa meluaskan wawasan saya tentang buku. Aye!

Nah, Giveaway ini berlangsung mulai tanggal 1-13 April. Pengumuman pemenang pada tanggal 15 April 2015.
Hadiah yang saya berikan untuk GA pertama ini sampai saya bela-belain beli buku ke penulisnya langsung supaya dapat tanda tangan, lho. Plus beberapa koleksi pribadi yang saya beli dobel, baik secara sengaja atau tidak.
Maaf, untuk kali ini hanya ada satu pemenang.

Ini hadiahnya:

1. Ping, A Message from Borneo karya Shabrina WS dan Riawani Elyta
2. Izmi dan Lila karya Riawani Elyta
3. Zona @Last karya Dewie Sekar 
4. Gloomy Gift karya Rhein Fathia + tanda tangan.

Karena tak ada makan siang gratis, jadi ada beberapa pertanyaan dan syarat untuk mengikuti dan menjadi pemenangnya. Nggak susah, kok.

Pertanyaannya adalah:

1. Siapa penulis romance favorit saya? Sebutkan 2 nama. Satu dari subgenre metropop, satu dari romantic suspense. (Ada di salah satu postingan saya, kok)
2. Penulis Romance yang paling kamu sukai siapa? Boleh dong cerita sedikit ke saya.
3. Tulis saran kamu untuk blog saya ini. Terserah kalian, bebas.

Ini Syarat Utamanya:

1. Follow blog ini melalui GFC atau email (supaya saya semangat ngeblog, hihihi).
2. Share GA ini ke akun sosmed kalian.

3. Jawab semua pertanyaan melalui kolom komentar. 
Format:
Nama, Email, dan Id twitter
Nama untuk memfollow GFC/email
Link Share Giveaway 
Ucapan selamat ultah utk BBI.
Jawaban 3 pertanyaan di atas

4. Alamat pengiriman hadiah untuk pemenang hanya di Indonesia.
5. Pemenang diberi waktu hingga 2x24 jam untuk menghubungi saya melalui email atau twitter. Jika lebih dari batas waktu, saya akan memilih pemenang lainnya.
6. Keputusan pemenang di tangan saya dan tidak boleh diganggu gugat.

Oke, selamat mengikuti Giveaway ini. Ikuti juga GA yang diadakan teman-teman saya lainnya di sini.

Playing Around with Romance: Your Very First Romance Book

Sore yang panas. Semoga hati tetap dingin. Tanggal 1 April, saatnya kita mulai bermain-main dengan romance. Kali ini, saya akan menceritakan tentang buku romance pertama yang saya baca.
Sebenarnya saya lupa-lupa ingat. Kalau tidak salah ketika saya SMA, saya mulai membaca buku-buku Mira W, Marga T, atau Ike Soepomo..
Novel yang masih saya ingat adalah Kabut Sutra Ungu karya Ike Soepomo. Tapi jangan tanya bagaimana ceritanya, karena saya lupa.

gambar dari www.amartapura.com

.Di antara masa itu saya juga membaca novel Karmila yang pernah dibuat sinetronnya di televisi dan Badai Pasti Berlalu. Badai pasti berlalu juga telah difilmkan dengan Cristine Hakim sebagai bintangnya.
Setelah itu, saya vakum membaca buku romance dan lebih tertarik membaca buku-buku nonfiksi dan novel sastra.
Ketertarikan saya terhadap novel romance bangkit ketika booming novel-novel FLP. Beberapa di antaranya adalah karya Asma Nadia dan Izzatul Jannah. Hingga akhirnya saya sampai pada titikjenuh dan kembali memilih bacaan nonfiksi.  Ketika Ayat-Ayat Cinta karya Habiburahman El-Shirazy ramai dibicarakan, saya menuntaskan rasa penasaran untuk membeli dan membacanya.
gambar dari kedai muslim.com
Ternyata minat saya pada buku romance naik turun. Sekitar tahun 2010, saya mengenal novel-novel metropop dari rental buku yang jadi langganan saya. Penulis metropop yang paling saya suka adalah Retni SB, yang sayangnya sekarang jarang mengeluarkan novel barunya.


Sejak saat itu minat baca saya pada buku romance tidak berhenti hingga sekarang. Hampir semua subgenre romance saya nikmati, kecuali fantasy dan paranormal romance. Untuk saat ini subgenre romantic suspense paling saya minati, terutama buku-buku Linda Howard.
Novel LH yang paling berkesan.


Kalau kalian, buku romance pertama apa yang kalian baca?  Jangan lupa ikut GA yang saya posting setelah ini.

Tengok juga postingan  teman-teman dari ordo romance ya.

Tuesday, 31 March 2015

RATU SALJU, Cinta yang Melelehkan Kebekuan

Judul: Ratu Salju
Penulis: H.C. Andersen
Penerbit : Atria
Penerjemah: Ambhita Dhyaningrum
Penyunting: Jia Effendi
Terbit: Maret 2015
ISBN : 978-602-71458-2-5

Tokoh: Kay (anak laki-laki), Gerda (anak perempuan), Ratu Salju, rusa kutub, peri Lapland, gadis perampok.

Siapa, sih, yang tak kenal H.C. Andersen? Dongeng-dongengnya sangat terkenal. Dari mulai Gadis Korek Api, Thumbellina, Si Itik Buruk Rupa (Ugly Duckling), hingga Little Mermaid dan masih banyak lagi.

The Snow Queen atau Ratu Salju, salah satu karyanya yang ditulis pada tahun 1844. Selain Ratu Salju, ada 9 dongeng lain karangan Andersen dalam buku ini.

Ratu Salju bercerita tentang persahabatan antara Kay dan Gerda. Karena sangat akrabnya, mereka seperti kakak adik. Mereka berdua menyukai bunga mawar.
Hingga suatu hari, Kay melihat seorang putri di balik jendela kacanya di musim salju. Keesokan harinya, ketika sedang bermain dengan Gerda, tiba-tiba ada sesuatu masuk ke mata Kay. Seketika itu, pandangan Kay berubaha. Dia tak lagi menganggap mawar adalah bunga yang indah. Begitu juga hal-hal lainnya. Kay suka mengolok-olok orang dan menirukan tingkah mereka.
Benda yang masuk ke dalam mata Kay sebenarnya adalah kepingan cermin milik Goblin jahat. Jika serpihan itu masuk ke hati manusia, akibatnya sangat mengerikan. Hati mereka akan berubah menjadi sebongkah es.

Gerda sangat sedih. Dia tak tahu mengapa Kay yang baik hati berubah nakal. Bahkan Kay meninggalkan Gerda dan memilih bermain dengan anak-anak laki-laki lain di lapangan. Mereka bermain kereta luncur.
Kay ingin menunjukkan pada semua temannya kalau kereta luncurnya yang paling hebat dan cepat.
Saat itulah Ratu Salju muncul dan membawa Kay dengan kereta luncurnya ke suatu tempat.
Gerda mencari Kay, tapi semua orang menganggap Kay telah meninggal karena jatuh ke sungai di pinggir kota.
Gerda yakin Kay tidak meninggal. Akhirnya Gerda bertekad mencari Kay. Di sepanjang perjalanan banyak sekali rintangan yang dihadapi Gerda. Hanyut ke sungai yang deras, bertemu penyihir yang menghapus ingatan Gerda tentang Kay, bertemu gadis perampok, dan lain-lain.
Tapi, melihat ketulusan, tekad, dan kepolosan Gerda, banyak makhluk  yang bersedia membantu.  Seekor rusa kutub bersedia membawa Gerda menuju Kutub Utara, di pulau Spitzbergen tempat tinggal Ratu Salju.
Ilustrasi dalam buku
Dengan bantuan peri Lapland, Gerda berhasil menemukan Kay, sahabat tercintanya. Tapi, Kay seperti patung, diam kaku. Gerda menangis sambil memeluk Kay. Air mata Gerda mengalir dan menyentuh dada Kay.

Film Adaptasi: FROZEN

Tokoh: Elsa, Anna, Kristoff, Sven, Olaf, Pangeran Hans, troll

Dongeng Ratu Salju inilah yang mengilhami film animasi 3D FROZEN. Diproduksi tahun 2013 oleh Walt Disney.
Saya lebih dulu melihat filmnya daripada bukunya.
Frozen menceritakan tentang Elsa dan Anna, kakak adik, putri Kerajaan Arandelle. Diawali dengan hubungan kakak adik yang saling menyayangi. Ketika sedang bermain salju, Elsa yang memiliki kemampuan sihir, melempar salju terlalu keras sehingga membuat Anna jatuh pingsan.
Mama dan Papa mereka (ratu dan raja Arandelle) menyalahkan Elsa. Untunglah Anna dapat disembuhkan oleh troll. Sementara Elsa, oleh kedua orang tua mereka dikurung di dalam istana. Kedua tangannya yang memiliki kekuatan mengubah semua benda menjadi es ditutup sarung tangan. Semua itu dilakukan agar orang lain tidak celaka, sekaligus menyembunyikan rahasia Elsa. Elsa harus jadi putri yang sempurna karena dia calon ratu di Arandelle.

sumber: popsugar.com
Karena tak tahu rahasia Elsa, Anna menjadi sedih karena tak lagi bisa bermain dengan kakaknya. Dia mengira Elsa menjauhinya dengan sengaja.
Hingga tibalah saatnya bagi Elsa untuk acara pemahkotaan. Setelah bertahun-tahun disembunyikan, akhirnya Elsa keluar. Pintu gerbang istana yang tertutup akhirnya dibuka.
Semua rakyat menyambut gembira, terutama Anna.
Tapi dari sinilah semua tragedi dimulai.
 Anna, yang polos, jatuh cinta pada Pangeran Hans, dari kerjaan Isle. Mereka meminta restu Elsa untuk menikah. Elsa menolak karena Anna baru saja bertemu dengan Hans.
Mereka berdua akhirnya bertengkar. Tanpa sengaja, Anna menarik sarung tangan Elsa. Mereka berdua terus bertengkar, hingga kemarahan Elsa tak bisa ditahan. Dia mengayunkan tangannya, dan seketika sekitarnya membeku.

Semua orang kaget dan menganggap Elsa adalah monster. Elsa berlari keluar istana. Anna yang merasa bersalah mengejarnya. Dia menitipkan Kerajaan pada Pangeran Hans.
Dalam pengejaran itulah Anna bertemu dengan Kristoff, Sven (rusa kutub milik Kristoff, dan Olaf (manusia salju).
Adegan-adegannya sangat menarik. Lucu, segar, dan menyentuh. Istana es yang dibangun Elsa sangat indah, begitu juga gaun yang dipakainya.


Dibandingkan dengan bukunya, saya lebih bisa menikmati filmnya. Di dalam buku Ratu Salju, perjalanan Gerda menemukan Kay sangat panjang dan membuat saya agak bosan. Konflik di dalam bukunya juga hanya satu, fokus pada usaha pencarian Kay oleh Gerda.
Sementara di dalam film Frozen, konflik berkembang. Ada subkonflik, yaitu Pangeran Hans dan keinginannya terhadap Kerajaan Arandelle. Ada juga pedagang oportunis, yang membuat film ini bikin penonton geli.

Saya seperti menemukan kisah Snow White di cerita H.C. Andersen, ketika Anna hampir membeku karena Elsa memukul Anna. Satu-satunya cara untuk memulihkan Anna adalah ciuman cinta sejati.
Di dalam buku pun dikisahkan tentang ciuman Gerda yang melelehkan kebekuan Kay.
Seperti kisah Snow White yang tertidur dan hanya bisa bangun oleh ciuman cinta sejati, dan lebih mirip lagi dengan film Snow White and Huntsman.  

Soundtrack film Frozen, Let It Go, yang dinyanyikan Idina Menzel, yang sekaligus sebagai pengisi suara Elsa, semakin membuat film ini banyak disukai.
Meskipun ini dongeng, yang hampir selalu dikonotasikan sebagai cerita anak-anak, tapi saya mendampingi anak-anak ketika menontonnya.

Inti dari kisah Ratu Salju dan Frozen adalah bahwa hanya cinta sejati yang dapat mencairkan kebekuan hati.
Kebekuan pikiran gampang diubah, tapi kalau kebekuan hati, hanya cinta yang bisa.
scene Anna-Kristoff-Olaf yang lucu tapi menyentuh.
sumber gambar: rockinmama.net

sumber bacaan:
http://id.wikipedia.org/wiki/Hans_Christian_Andersen
http://id.wikipedia.org/wiki/Frozen_%28film_2013%29


Thursday, 19 March 2015

(EVENT) Playing Around with Romance

Hello ... pencinta buku [dan kopi] ....
Karena bulan April adalah hari penting bagi Blogger Buku Indonesia, jadi saya ingin berkontribusi untuk ikut merayakannya. Selain itu, agar eksisitensi saya sebagai salah satu anggota BBI tetap diakui. #pamrih
Nah, untuk merayakan ultah BBI di bulan April, kita mengadakan ini ...
Begini, Teman. Dalam event ini BBI dibagi dalam beberapa kelompok genre buku. Masing-masing memilih genre yang paling disukai. Akhirnya terbentuklah 3 kelompok. Kelompok Genre Romance, Genre ScieFic-Fantasy, dan Genre Child.Lit dan YA.
Sudah bisa ditebak saya masuk kelompok mana, kan. Ya iyalah baca judul postinyannya sudah kelihatan, kok. #nyengir

Kelompok Romance terdiri dari 15 peserta. Ini daftar teman-teman pencinta romance:

Afifah Mazaya | Lady's Book Notes @ theladybooks.blogspot.com

Ajen Angelina | Ajen dan Buku yang Dibacanya @ ajendanbuku.blogspot.com

Alluna Maharani | Clair de Lune @ slytherinlegacy.blogspot.com

Angela Noviana | Harlequin Romance @ resensiharlequin.com 
Lilis | Purple Bookish @ bacabuk.blogspot.com

Perdani | Melihat Kembali @ sekotakceritaseusaibaca.wordpress.com

Dinoy | Dinoy's Books Review @ dinoybooksreview.wordpress.com

Meliana | Bookish Roomie @ bookish-roomie.blogspot.com
Nina | The Book Addict Diaries @ thebookaddictdiaries.blogspot.com
Phie | Harlequin Romance resensiharlequin.com
Putri Utama | Read, Review, Romance @ read-book-and-review.blogspot.com
Siro | Review Siro @ review-siro.blogspot.com
Sulis | Kubikel Romance @ kubikelromance.com
Viona | StarKing's Library @ starlibrary.wordpress.com
Ira Elvira | Bacaan Saya @ irasbook.blogspot.com



... sekilas tentang romance ...

Novel romance adalah novel yang fokus pada kisah manusia (laki-laki dan perempuan) dalam menggapai kebahagiaan melalui hubungan cinta dua manusia dan berakhir bahagia.
Mungkin ada sebagian orang yang menganggap remeh genre ini. Haa? Romance? Hanya kisah cinta-cintaan aja.Padahal nggak juga lho.
Baiklah, supaya kalian lebih tahu lagi ada apa di genre romance ini, kalian bisa mengikuti jadwal posting teman-teman saya yang tergabung dalam Kelompok Romance.

Jadi, selama bulan April nanti, kalian bisa bermain-main dalam dunia romance yang hangat dan asyik. #kediptjantik

Nah, supaya lebih asyik dan seru, kami akan mengadakan GIVEAWAY! Yeeyy! Pasti ini yang paling  ditunggu, kan?

Tunggu tanggal 1 April saat Giveaway  digelar. Kalau kalian menemukan banner seperti di bawah ini, berarti GA sedang berlangsung. Are You Really the One?


Jadi, ikuti blog kami, supaya tidak ketinggalan info dan hadiahnya. Hadiahnya apa? Sstt... masih rahasia. Tapi setiap bloghost akan memberikan hadiah masing-masing. Wuaa! Insya Allah hadiahnya keren-keren, kok. Siap-siap, ya! 
Eits ... jangan lupa kunjungi juga blog-blog di bawah ini.

Saturday, 21 February 2015

Karakter Tokoh Utama (Opini Bareng BBI)

Bulan ini tema Opini Bareng BBi adalah tentang karakter tokoh utama.

Cluenya adalah Apakah kamu lebih menyukai karakter utama yang serbasempurna, mirip dengan kepribadianmu, atau yang hidupnya penuh dengan masalah dan ketidaksempurnaan? Apakah kamu menyukai tokoh utama yang cerewet atau pendiam?

Tokoh yang terlalu sempurna itu membosankan. Entah tokoh perempuan atau laki-laki. Dan yang jelas bikin iri. Pernah baca novel yang tokoh perempuannya sangat sempurna dan rasanya malah jadi aneh. Dia sangat cantik, pintar, kariernya bagus, bodinya oke, lembut, baik hati, semua tokoh laki-laki jatuh cinta padanya. Alhasil saya sekarang lupa judul novelnya, siapa pengarangnya, bahkan saya lupa nama tokoh-tokohnya. Yang saya ingat hanya sosok gadis sempurna itu.

Tidak berarti tokoh utama yang saya sukai harus mirip dengan kepribadian saya. Mungkin lebih tepatnya ada bagian-bagian pemikiran atau karakter saya yang terselip di dalam diri tokoh utama.
Dengan tokoh utama yang tidak sempurna dan banyak masalah, kemungkinan besar konflik akan lebih menarik dan cerita jadi meliuk-liuk asyik.

Untuk tokoh perempuan, kecenderungan saya menyukai tokoh utama yang sedikit cerewet tapi tangguh menghadapi persoalan dan kekurangan dalam dirinya. Karena itu saya menyukai Becky Bloomwood-nya Sophie Kinsella, tokoh-tokoh ceweknya Orizuka, Linda Howard,  Julia Quinn, atau Inov dan Ran-nya Mia Arsjad.

Berkebalikan dengan tokoh cowok, saya lebih menyukai mereka yang dingin. Semakin dingin semakin bikin klepek-klepek.
Tokoh paling dingin yang jadi favorit saya kayaknya Diaz di novel Cry No More-nya Linda Howard.