Friday, 29 November 2013

Lucky no.14 Reading Challenge




Nekat! Iya, bener banget. Sebenarnya saya sudah nggak berniat ikut RC, kecuali yang di Goodread. Ketahuan saya nggak konsisten mereview buku yang sudah dibaca, plus nggak konsisten menepati list buku yang harus dibaca. Tapi, saat BW dan nemu Lucky No. 14 ini kok membuat saya tertarik ikut. Syaratnya asyik dan gampang. Jadi, saya putuskan untuk ikut RC yang di-host oleh Astrid Lim di blog Book Share-nya.

Period of the Challenge: January 1, 2014 – December 31, 2014

Sebaiknya mencoba mencarinya dalam tumpukan buku kita saja.Tapi, jika ingin beli, ya nggak pa-pa kok. Bagus juga, tuh.

Here are the 14 Categories:

1. Visit The Country: Read a book that has setting in a country that you really want to visit in real life. Make sure the setting has a big role in the book and it can make you know a little bit more about your dream destination.

Kota yang ingin saya kunjungi adalah Italia. Banyak bangunan yang masih asli. Bahkan bangunan terbaru katanya dibangun 100 tahun yang lalu. Itu kereeen! Selain juga penghuninya yang terkenal punya ras indah (bilang aja prianya ganteng-ganteng *batuk). Jadi, saya akan baca:

CIAO, ITALIA
+Gerimis di Arc de Tromphe (setting Paris. Tambahan krn sudah punya bukunya)


2. Cover Lust: Pick a book from your shelf that you bought because you fell in love with the cover. Is the content as good as the cover?

Suka karena covernya? Emm ... belum nemu, ntar dicari di rak.

3. Blame it on Bloggers: Read a book because you’ve read the sparkling reviews from other bloggers. Don’t forget to mention the blogger’s names too!

Kayaknya sih banyak, tapi lupa dari review siapa, Dicari dulu, deh. Tapi ada satu yang direkomendasikan oleh B-Zee (Busyra). Untuk sementara saya mau baca:

PADA SUATU HARI NANTI DAN MALAM WABAH (Sapardi Djoko Damono)



4. Bargain All The Way: Ever buying a book because it’s so cheap you don’t really care about the content? Now it’s time to open the book and find out whether it’s really worth your cents.

Beli karena muraaah? Banyaaak banget. Secara saya biasanya beli pas ada diskon segede tampah. Oke, saya list satu dulu, ya.

COMMITTED -- Elizabeth Gilbert (beli murah pas ada lelang di FB)

5. (Not So) Fresh From the Oven: Do you remember you bought/got a new released book last year but never had a chance to read it? Dig it from your pile and bring back the 2013.

Jarang, sih, beli buku yang baru terbit. Takut kecewa, karena belum dapat rekomendasi dari teman-teman bloger buku dan goodreads. Tapi ada juga saya beli, misalnya karena tertarik dengan predikat lomba atau sudah pernah baca tulisannya dan suka. Nah, ini list-nya:

SEMUSIM DAN SEMUSIM LAGI --
Betang, Cinta yang Tumbuh dalam Diam (Shabrina, WS.)
Home (Ifa Afianty)

6. First Letter’s Rule: Read a book which title begins with the same letter as your name. Remember: Articles like “a”, “an” or “the” doesn’t count:)

Buku yang judulnya diawali dengan huruf yang sama dengan namaku? S ... Oke, saya pilih ini:

SHOPAHOLIC TIES THE KNOT.... Sophie Kinsella


7. Once Upon a Time: Choose a book that’s been published for the first time before you were born (not necessarily has to be a classic book, just something a little bit older than you is okay. You can read the most recent edition if you want to)

Duh, nggak pernah liat kapan terbitnya. Cari dicari dulu di rak. Semoga nemu. Ternyata ada. Tapi saya jadi ingat satu novel yang pernah diceritakan oleh "guru" saya, tapi belum juga kebeli, yaitu

JANE EYRE -- Charlotte Bronte

8. Chunky Brick: Take a deep breath, and read a book that has more than 500 pages. Yep, the one that you’ve always been afraid of!

Buku bantal? Siapa takut! Oke, ini pilihannya:

AMERICAN GODS ---Neil Gaiman

9.  Favorite Author: You like their books, but there are too many titles. This is your chance, choose a book that’s been written by your fave author but you haven’t got time to read it before.

Pengarang favorit untuk saat ini ada beberapa. Tapi, biar nggak maruk, saya baca ini saja:

HEART OF FIRE ---Linda Howard

10. It’s Been There Forever: Pick up a book that has been there on your shelf for more than a year, clean up the dust and start to read it now :) 

Hihi ... kena banget. Oke, siap merangkak di antara buku berdebu. Dan saya menemukan ini (aslinya yang lain banyak):

PHANTHOM OF THE OPERA


11. Movies vs Books: You’ve seen the movie adaptation (or planned to see it soon) but never had time to read the book. It’s time to read it now, so you can compare the book vs the movie.

Buku yang diadaptasi dalam film? haduh, jarang nonton pilem, nih. Tapi, mau mencoba buku ini:

LIFE OF PIE -- Yan Martel  atau
99 CAHAYA DI LANGIT EROPA -- Hanum Rais

12. Freebies Time: What’s the LAST free book you’ve got? Whether it’s from giveaway, a birthday gift or a surprise from someone special, don’t hold back any longer. Open the book and start reading it now :D

Buku yang didapat karena ultah, GA, dari seseorang. Sayangnya, akhir-akhir ini jarang ikut kuis dan GA. Oke, buku ini kayaknya yang terakhir saya dapat. Dari sebuah penerbit yang dulu saya bekerja di sana.

ALTITUDE 3676 -- Azzura Dayana

13. Not My Cup of Tea: Reach out to a genre that you’ve never tried (or probably just disliked) before. Whether it’s a romance, horror or non fiction, maybe you will find a hidden gem!

Sampai saat ini belum bisa tertarik membaca buku fantasy. Kalau film sih, oke. Dan ternyata saya punya beberapa buku jenis ini:

THE SCARECROW AND HIS SERVANT (Si Boneka Jerami dan Pelayannya) -- Philip Pullman

14. Walking Down The Memory Lane: Ever had a book that you loved so much as a kid? Or a book that you wish you could read when you were just a child? Grab it now and prepare for a wonderful journey to the past :) Comic books or graphic novels are allowed!

Buku kesukaan masa kecil? Apalagi kalau bukan tulisan Enid Blyton! Jadi, ini yang akan saya baca.

SERIAL LIMA SEKAWAN -- Enid Blyton (judulnya belum ditentukan, ya.)

 
Nah, kalian tertarik untuk ikut? Baca di sini RULES-nya

Saturday, 21 September 2013

Sejenak Hening

Review teaser buku Sejenak Hening karya Adjie Silarus


Menjalani hidup dengan sabar, sederhana, dan bahagia.

Sabar, sederhana, bahagia. Tiga kata yang sangat sering kita dengar, bahkan sering kita ucapkan, tapi paling sulit untuk direalisasikan.
Membaca sejenak hening membuat saya sejenak terpekur. Tiba-tiba saya seperti mendengar suara bapak yang tegas saat menasihati atau mengomentari keriuhan dunia saat ini. Biasanya saat kami sedang bepergian, Bapak selalu berkomentar melihat kendaraan di jalan yang semuanya melaju kencang, seakan-akan ada yang memburu, hingga mereka harus berlari  kencang tunggang langgang.
Saat membaca halaman pertamanya yang dipenuhi endorsement dari para public figure, saya justru melewatinya, karena saya ingin membacanya tanpa dipengaruhi oleh komentar mereka yang tentu saja berisi banyak pujian.
Syukurlah, sejak membaca bab pertama yang diberi judul Menutup Jendela, justru hati saya langsung terbuka untuk menerima tuturan Adjie Silarus yang menyentil-nyentil hati.

gambar dari sini
Sepanjang saya membaca teaser bukunya ini yang hanya berjumlah 54 halaman  saya terus tersenyum dan mengangguk-angguk. Katarsis, inilah yang saya rasakan sesungguhnya. Adjie seperti mewakili pikiran dan hati saya.
Ada 20 bab yang bisa saya baca sebelum terbit buku cetaknya. Awalnya saya bingung karena merasa naskahnya tidak lengkap. Lalu teman saya bilang, kalau semua dikirim ntar bisa dibajak dong. Ah, baru sadar saya *maklum nggak pernah niat jadi plagiator #etsah
Diawali dengan Menutup Jendela yang mengajak kita untuk "pulang", menampik keriuhan di luar yang menyakiti jiwa kita. Dilanjutkan dengan Menikmati Momen Sekarang, Menunda Bahagia, Celana Pendek Kolor, Sebuah Kehadiran yang mengingatkan kita pada pertemuan-pertemuan dengan seseorang yang kita hadiri tetapi hanya secara fisik, karena pikiran kita entah berada di mana. Adjie Silarus juga mengajak kita untuk Melatih Senyum, memakai Sepatu Baja, menghindari Stress Digital, dan lain-lain.
 Bab mana yang paling menarik dari tulisan Adjie? Semua, kalau kata saya. Makanya saya malah bingung mencari spot paling menarik untuk saya tuliskan, karena memang membuat saya ingin menceritakan semua kepada pembaca. *asli bukan promosi, karena saya memang tak kenal dengan Adjie Silarus.
Di antara 20 bab yang dikirimkan kepada saya, ada satu bab yang mengingatkan pada tausiah ustadz saya yang sudah almarhum, yaitu Menunda Bahagia. Jika di dalam bukunya Adjie menggambarkan keinginan kita pada gadget yang terus berganti setiap saat, maka ustadz saya menggambarkannya dengan kendaraan.
“Saat kita hanya bisa berjalan kaki untuk menuju suatu tempat, kita berharap punya sepeda dan kita yakin pasti bahagia. Begitu punya sepeda, kita merasa bahagia jika punya sepeda motor. Setelah itu kita merasa bahagia jika punya mobil, begitu seterusnya, kita ingin pesawat, lalu pesawat pribadi, lalu jet, lalu apa lagi?”
Memang begitulah “nafsu” manusia. Padahal jika tercapai belum tentu mendatangkan bahagia, pun jika gagal memperolehnya, tak mustahil bunuh diri menjadi solusinya. Keinginan manusia tak akan berhenti hingga dia mati. Memang meraih sesuatu yang kita inginkan itu mudah tetapi yang  sulit justru mensyukurinya.
Karena itu Adjie Silarus mengajak kita  untuk hening sejenak, mensyukuri apa yang kita miliki sekarang, menutup jendela jika angin terlalu kencang dan air hujan menggigilkan.
Tutup sejenak jendela facebook, twitter, BB, dan segala social media jika keriuhannya sudah membuat kita terseret terlalu jauh, hingga lupa pada tujuan semula. Membuat kita gelisah hingga lupa melangkah.


 Nikmati apa yang kita miliki, hikmati apa yang yang sedang kita hadapi. When walking, walk. When eating, eat.
Jika bisa demikian kita tentu tak harus mengalami kisah celana kolor seperti yang dialami Adjie. Begitu obsesifnya dia untuk meraih impian, hingga tak menyadari bahwa dia masih memakai celana kolor saat hendak meeting bersama klien.
Mengangguk, diam, tertawa, tersenyum, merenung, begitulah suasana hati saya selama menikmati tulisan Adjie yang meditatif.
Dua puluh bab yang saya terima berisi kisah-kisah sehari-hari yang patut kita renungkan, ditulis dengan bahasa ringan dan mengalir. Kita tak harus membaca secara urut, karena masing-masing bab berdiri sendiri. Di setiap bab diakhiri dengan quote-quote yang menarik.
Buku yang dibuka dengan bab Menutup Jendela ini diakhiri dengan kisah perjalanan hidup Adjie yang dipenuhi kegagalan dalam bab Saya Bukan Siapa-Siapa.
Sebelum mereview bukunya, saya sempat mengulik profilnya di sini. Foto-foto yang diberi judul SanaSiniSila, mengingatkan saya pada pose duduk dalam gerakan yoga.
Adjie Silarus rupanya adalah seorang meditator (ahli meditasi) dan menjadi corporate trainer sejak 2010 sampai sekarang dengan membagikan beragam materi seputar meditasi dan happiness dalam bentuk pelatihan, seminar, dan konsultasi mengenai cara mengurangi stres, cerdas emosi, fokus, konsentrasi, hidup sadar, lebih damai dan bahagia.

Mari hening sejenak, sebelum beranjak.

Monday, 16 September 2013

Pertama Kali Ikut Lelang Buku #Kalap-1


Beberapa waktu yang lalu saya sempat niat mengikuti meme book haul atau buying sunday. Tapi mengingat saya tak bisa konsisten menulis di blog, jadi saya buat saja sendiri. Kebetulan di blog saya yang lain yang berisi macam-macam tulisan saya pernah membuat label kalap buku juga. Karena sekarang punya blog khusus buku, jadi sekarang masalah buku saya posting di sini.

Saya sengaja memberi judul kalap buku karena saat membeli memang biasanya dalam kondisi kalap, tak sadar bahwa masih ada setimbun dosa di rak buku dan berbagai tempat di rumah.

Sebenarnya sejak awal tahun 2013 sudah beberapa kali saya mengalami kalap. Tapi untuk postingan di label ini, saya mulai saja sejak sebulan yang lalu, yaitu bulan Agustus (pas bulan puasa). Bulan-bulan sebelumnya sudah lupa apa saja, dan belum sempat mengambil fotonya.

Pada bulan puasa kemarin, Mbak Rahmadiyanti mengadakan lelang buku-buku koleksinya di FB-nya dalam rangka mengumpulkan dana untuk munas FLP di Bali. Karena harga awal lelang sungguh bikin ngences hingga tak sadar membuka dompet lebar-lebar, saya pun tersihir untuk ikut.

Inilah hasil lelang yang berhasil saya menangkan. Lumayan menguras kantong bulan Ramadhan :(